Journaling · Kecemasan & Stres

Kenapa Aku Selalu Merasa Gagal Terus?

Rasa gagal sering datang dari standar yang nggak pernah kamu pilih dan dari kebiasaan diam-diam menarik diri. Ini kata riset dan apa yang bisa kamu lakukan.

Ditulis oleh tim editorial Sojiwa dengan bantuan AI. Bukan saran medis.

Kenapa Aku Selalu Merasa Gagal Terus?

Jawaban singkat: Rasa gagal sering muncul bukan karena hal yang benar-benar kamu lakukan. Seringnya, itu datang dari standar yang bukan pilihanmu, yaitu perasaan bahwa orang lain menuntutmu sempurna. Menghindar dan menyalahkan diri sendiri justru bikin rasa itu makin kuat. Kalau sudah berminggu-minggu atau mulai mengganggu tidur, kerja, atau keselamatanmu, ngobrol dengan dokter.

Di artikel ini

Kalau kamu sering merasa gagal, kamu nggak sendirian. Ada data mahasiswa di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada selama 35 tahun. Hasilnya, di tahun 2016, dua dari tiga mahasiswa merasa dituntut sempurna oleh orang lain. Rasa itu lebih kuat daripada yang dirasakan mahasiswa rata-rata di tahun 1989. Temuan ini datang dari tinjauan Thomas Curran, Andrew Hill, dan Pia Marie Pose yang diterbitkan American Psychological Association. Mereka mengukur beberapa jenis perfeksionisme, dan jenis inilah yang naik paling cepat.

Standar yang bikin kamu merasa gagal, itu punya siapa?

Psikolog membedakan dua jenis standar tinggi. Yang pertama kamu pasang sendiri. Kamu ingin bagus di hal yang kamu pedulikan. Yang kedua beda. Kamu merasa orang di sekitarmu menuntut kesempurnaan dan bakal menilaimu kalau kamu meleset.

Jenis kedua inilah yang bikin rasa gagal awet. Soalnya, hakimnya ada di kepalamu sendiri, dan dia nggak pernah puas. Curran dan Hill juga menemukan rasa ini erat kaitannya dengan seberapa besar anak muda merasa orang tuanya berharap banyak dan sering mengkritik. Harapan yang dirasakan itu terus naik.

Kamu bisa ngecek ini di minggumu sendiri. Misalnya pas tante nanya "sekarang sibuk apa?" waktu kumpul keluarga, atau teman sekelas dulu posting jabatan barunya. Coba perhatikan, rasa perihnya datang dari mana? Dari target yang memang kamu pilih lalu nggak tercapai? Atau dari bayangan ada orang yang kecewa sama kamu? Kalau kamu nggak bisa menyebut targetnya apa, kemungkinan besar kamu lagi membandingkan diri dengan orang banyak.

Kenapa menarik diri malah bikin makin merasa gagal?

Menurut NHS, layanan kesehatan Inggris, orang dengan harga diri rendah sering menghindari pertemuan sosial. Mereka juga berhenti mencoba hal baru dan menjauhi apa pun yang terasa susah. Dalam jangka pendek, rasanya aman.

Tapi ada harga yang diam-diam kamu bayar. Tiap ajakan yang kamu tolak dan tiap formulir yang kamu biarkan setengah jadi adalah kesempatan yang hilang. Padahal itu kesempatan buat membuktikan kamu sebenarnya sanggup. Lama-lama, daftar hal yang baru-baru ini kamu coba makin pendek. Lalu pikiranmu menganggap daftar pendek itu sebagai bukti kalau kamu memang gagal.

Lingkaran ini biasanya mulai dari hal sehari-hari:

  • Kamu berhenti membalas grup chat, bahkan pesan yang sebenarnya kamu suka.
  • Kamu menolak hal yang dulu kamu nikmati karena merasa "pasti nggak bakal bisa".
  • Tugas kecil, kayak bikin janji cek kesehatan atau membalas email kampus, sudah berhari-hari nggak kamu sentuh.

Keras sama diri sendiri nggak bikin kamu lebih semangat

Mengkritik diri sendiri rasanya kayak bentuk tanggung jawab. Makanya kalau mau lebih lembut, kamu merasa kayak lagi lari dari tanggung jawab. Tapi riset bilang sebaliknya.

Tahun 2012, Juliana Breines dan Serena Chen dari University of California, Berkeley, menerbitkan hasil eksperimen mereka. Orang yang diajak menyikapi kegagalannya dengan baik justru lebih termotivasi untuk memperbaiki diri. Mereka juga bertahan lebih lama setelahnya. Studi pada atlet perempuan juga menemukan hal mirip. Atlet yang lebih baik ke diri sendiri merasa lebih sedikit malu setelah gagal, tapi tetap mengakui bagian kesalahannya.

Bedanya rasa malu dan rasa tanggung jawab itu menentukan langkahmu berikutnya. Kalimat "aku orang gagal" nggak menyisakan apa pun untuk diperbaiki. Sementara "cara tadi nggak berhasil" langsung menunjuk ke langkah selanjutnya. NHS menyarankan kamu bertanya: apa yang bakal aku bilang ke teman yang ada di posisi ini? Kebanyakan dari kita jauh lebih jago kasih saran ke orang lain daripada ke diri sendiri.

Kapan harus cari bantuan dan ke siapa?

Temui dokter kalau perasaan ini sudah lebih dari dua mingguan. Temui juga kalau rasa ini mengganggu tidur, makan, kerja, atau kuliahmu. Begitu juga kalau kamu sempat kepikiran menyakiti diri sendiri atau merasa orang lain lebih baik tanpamu. Kalau sekarang kamu merasa nggak aman, hubungi layanan darurat setempat, atau cari layanan bantuan gratis dan rahasia di negaramu lewat findahelpline.com.

Dokter umum di puskesmas atau klinik bisa jadi tempat pertama. Biasanya kamu bakal ditanya sudah berapa lama merasa begini dan seberapa besar pengaruhnya ke keseharianmu. Mungkin juga kamu diminta isi kuesioner singkat. Kalau kamu gampang blank, catat dulu beberapa poin di HP. Kata NHS, terapi bicara seperti konseling atau terapi kognitif perilaku (CBT) bisa membantu mengatasi harga diri rendah. Dokter juga bisa merujukmu ke sana.

Di sesi pertama dengan konselor, biasanya dia lebih banyak bertanya apa yang bikin kamu datang. Kamu nggak perlu kata-kata yang pas atau cerita yang rapi. Bilang saja "aku merasa gagal dan nggak tahu kenapa". Itu sudah cukup buat memulai.

Coba Ini Hari Ini

NHS menyarankan kamu menulis kalimat-kalimat kasar yang sering kamu ucapkan ke diri sendiri. Catat kapan pikiran itu pertama kali muncul. Lalu tulis bukti-bukti yang membantahnya. Pilih satu momen hari ini waktu kamu merasa gagal, lalu jawab:

Pertanyaan jurnal

Standar siapa yang hari ini nggak aku capai, dan apakah aku bakal menuntut temanku memenuhi standar itu?

Dengan menulis, penilaian samar soal dirimu secara keseluruhan berubah jadi satu klaim tentang satu momen. Dan satu klaim itu bisa kamu uji.

Tuliskan di Sojiwa

Jurnal gratis dengan pertanyaan pemandu saat kamu bingung mau menulis apa.

Mulai menulis gratis →

Setelah kamu menulis di Sojiwa di beberapa hari yang berbeda, kamu bisa ketuk "Analisis jurnal" di "Beranda" untuk dapat refleksi dengan beberapa token. Tiap poin di "Yang aku perhatikan" dibuka dengan tanggal dan beberapa kata yang kamu tulis sendiri. Dari situ kamu bisa lihat hari, orang, atau situasi apa yang sering memicu rasa gagal.

SojiwaMulai gratis · Tanpa kartuMulai gratis →