Semua artikel
Anxiety & Stress Journaling

Cara Berhenti Overthinking Sebelum Pengumuman Hasil Ujian

4 Oktober 2026 · Ayu Lestari

Ditulis oleh tim editorial Sojiwa dengan bantuan AI. Bukan saran medis.

Pengumuman tinggal beberapa hari lagi, tapi kepala sudah penuh skenario: kalau nggak lolos, kamu harus bilang apa ke orang tua. Setiap kali buka HP, kamu cek lagi jadwalnya, cek lagi akunmu, cek lagi grup angkatan, seolah ada versi baru yang bisa keluar lebih cepat.

Itu bukan tanda kamu lemah. Otak memang benci ketidakpastian, jadi dia mengisi ruang kosong dengan kemungkinan terburuk. Kamu nggak diminta berhenti mikir. Cuma diminta nggak tenggelam di dalamnya sampai pengumuman datang.

Tanda kamu sedang overthinking, bukan sekadar deg-degan

  1. Cek akun atau grup jauh lebih sering dari jadwalnya. Kalau kamu tahu pengumuman baru keluar jam tiga, tapi kamu buka tiap setengah jam sejak pagi, itu bukan usaha, itu cemas.
  2. Mengulang skenario terburuk sampai hafal dialognya. Kamu sudah tahu kamu bakal bilang apa ke ibu, ke bapak, ke wali kelas, lengkap dengan urutan air mata.
  3. Badan ikut tegang tanpa disadari. Pundak naik, napas pendek, rahang kaku waktu kamu baca chat soal kuota atau passing grade.
  4. Sulit tidur karena kepala nggak mau berhenti. Kamu rebah, tapi otak malah menghitung kemungkinan nilai dan persaingan.
  5. Kamu jadi irit ngobrol. Males jawab pertanyaan "gimana hasilnya?" karena kamu juga belum tahu.

Kalau tiga dari lima itu kamu rasain, itu wajar. Yang perlu dijaga cuma seberapa besar ruang yang kamu kasih buat pikiran itu.

Pertanyaan yang bisa kamu tanyakan ke diri sendiri

Bukan buat menenangkan diri dengan jawaban palsu, tapi supaya pikiran punya tempat duduk.

  1. Apa yang benar-benar aku takutkan? Sering kali bukan gagal ujiannya, tapi rasa malu atau kekecewaan orang lain.
  2. Apa yang bisa aku kontrol minggu ini? Jawabannya biasanya pendek: istirahat, makan, siapkan rencana B, jawab chat orang tua dengan jujur.
  3. Kalau ternyata nggak lolos, apa langkah pertamaku? Punya satu langkah konkret bikin otak berhenti memutar film yang sama.
  4. Siapa satu orang yang aman buat aku cerita? Bukan yang buru-buru menyuruh ikhlas, tapi yang mau dengar dulu.
  5. Apa yang masih aku punya kalau hasilnya bukan yang aku mau? Daftar ini biasanya lebih panjang dari yang kamu kira.

Hal yang bisa disiapkan sambil menunggu

Nggak ada yang bisa mempercepat pengumuman, tapi kamu bisa mengurangi beban kepalamu.

  1. Tulis jadwal resmi pengumuman dan berhenti menebak-nebak. Simpan di catatan, lalu tutup grup yang bikin cemas.
  2. Siapkan dua rencana, bukan sepuluh. Satu untuk kalau lolos, satu untuk kalau belum. Dua sudah cukup.
  3. Bilang ke orang-orang terdekat apa yang kamu butuhkan. "Aku belum tahu, nanti aku kabari duluan" adalah kalimat lengkap, kok.
  4. Jaga tidurmu lebih dulu, bukan setelah pengumuman. Kurang tidur bikin pikiran jauh lebih berisik.
  5. Kurangi scroll grup dan akun yang isinya cuma tebak-tebakan passing grade. Itu bukan informasi, itu kegelisahan kolektif.

Coba Ini Hari Ini

Tulis satu halaman pendek di jurnal, jangan di chat. Salin prompt ini:

Kalau pengumuman ini ternyata bukan yang aku harapkan, tiga hal yang masih benar tentang aku adalah...

Kenapa ini membantu: menulis memaksa pikiran yang berputar jadi kalimat yang berujung, bukan terus berulang. Dan dengan menuliskan yang masih benar tentang dirimu, kamu tidak menaruh seluruh harga dirimu di satu layar pengumuman.

Simpan ini sebelum hari pengumuman

Kalau kamu sudah menulis halamannya, tempel atau tulis ulang prompt itu di entri baru di Sojiwa dan pilih mood yang paling mendekati perasaanmu saat itu, misalnya "Anxious" atau "Thoughtful". Setelah beberapa hari, kamu bisa tap "Analyse journals" untuk melihat pola mingguanmu. Kalau badanmu yang lebih dulu tegang, buka latihan napas dan ikuti pola yang paling pelan, tarik napas panjang lalu buang lebih lama. Cukup satu hal, hari ini.

A

Ditulis oleh

Ayu Lestari · Penulis Keluarga & Hubungan

Ayu menulis untuk tim editorial Sojiwa tentang keluarga, hubungan, dan hal-hal yang susah diomongin di rumah.

Siap mulai jurnalmu sendiri?

Beberapa menit yang jujur setiap hari, ditemani refleksi AI yang lembut. Hanya itu yang Sojiwa minta darimu.

Dapatkan aplikasi