Komunitas & Koneksi · Journaling
Capek Ngurus Bayi Sendirian di Rumah, Komunitas Online Buat Orang yang Lagi Struggle Mental Health Bikin Nggak Merasa Sendirian
Rania, ibu baru yang cuti tanpa gaji, menemukan komunitas online Sojiwa saat menyusui. Dari scroll diam-diam sampai berani posting soal malam yang panjang.
Ditulis oleh tim editorial Sojiwa dengan bantuan AI. Bukan saran medis.

Di artikel ini
Rania, 31, tinggal di Bekasi. Bayinya empat bulan, dan sejak cuti tanpa gaji dimulai, hari-harinya penuh dengan susu, popok, dan jam tidur yang tidak pernah utuh. Suami berangkat pagi, pulang malam. Teman-teman kantor masih sibuk dengan rapat, dan Rania mulai bertanya-tanya apakah rasa sepi ini normal atau ada yang salah dengan dirinya.
Dari situ dia mulai mencari komunitas online buat orang yang lagi struggle mental health. Bukan yang ramai dan penuh motivasi, tapi yang bisa dibaca sambil satu tangan menggendong bayi.
Senin sore, scroll sambil nyusuin
Rania buka Sojiwa di browser laptop, tab yang dia pin sejak awal karena di iPhone memang tidak ada aplikasinya di App Store. Dia masuk ke Feed di tab Social. Yang muncul bukan postingan besar dan berisi nasihat. Ada yang menulis soal bangun tiap dua jam, ada yang menulis soal rasa bersalah karena ingin tidur sendiri.
Dia berhenti di satu unggahan soal malam-malam panjang. Cuma beberapa kalimat, tanpa nama. Rania tap satu reaksi. Tidak komentar, tidak ikut menulis.
Yang bikin dia betah: banyak unggahan anonim. Tidak ada nama, tidak ada foto profil yang bikin dia merasa harus ikut pamer kehidupan. Dia bisa membaca tanpa merasa sedang dilihat siapa pun.

Selasa, akhirnya memberanikan diri posting
Besoknya, di sela-sela waktu bayi tidur, Rania buka salah satu Group di komunitas, yang khusus untuk orang tua. Dia menulis unggahan pendek: malam ini bangun empat kali, badan capek, kepala penuh. Dia centang mood tag dan menambahkan satu hashtag soal usia bayinya.
Sebelum tidur, dia cek lagi. Ada tiga komentar. Bukan "semangat ya" atau "sabar ya". Ada yang bilang bayinya juga begitu di usia empat bulan, ada yang cerita dia dulu sampai lupa kapan terakhir makan siang dengan tenang.
Rania diam sebentar. Komentar-komentar itu jelas datang dari orang yang tahu persis rasanya, bukan dari orang yang cuma ingin menghibur. Dia baru sadar, rasa sepi yang dia pikir cuma miliknya ternyata dibagi banyak orang.
Rabu malam, nulis satu baris sebelum tidur
Rabu malam, setelah bayi akhirnya tidur, Rania buka jurnal. Dia cuma menulis satu baris: hari ini berat, tapi aku tadi ketawa lihat bayi mengoceh. Dia pilih mood Tired.
Di bagian bawah kotak tulisan, ada satu baris pertanyaan refleksi. Rania tap "Another prompt" sekali, penasaran, dapat pertanyaan lain, lalu tetap menulis dengan kalimatnya sendiri. Bukan karena pertanyaannya jelek. Dia cuma sedang tidak ingin menjawab pertanyaan apa pun malam itu, dan itu tidak masalah.
Yang dia suka: jurnalnya cuma miliknya. Tidak ada yang bisa membacanya kecuali dia sendiri yang menekan tombol analisis.
Kamis, giliran dia yang balas
Kamis, Rania balik ke Group yang sama. Ada unggahan dari orang lain, jam tiga pagi, isinya mirip dengan yang dia tulis Selasa lalu. Rania balas dengan satu hal kecil yang berhasil untuknya: menyiapkan air minum di samping tempat tidur sebelum tidur, supaya tidak perlu bangun dan jalan ke dapur sambil menggendong bayi.
Balasan itu dapat beberapa reaksi. Cuma sedikit. Tapi ada yang aneh: memberi saran ternyata bikin dia merasa lebih tidak sendirian dibanding waktu dia yang dibalas. Dia tidak jadi orang yang cuma menunggu dihibur. Dia jadi bagian dari percakapan.
Jumat, baca, bukan posting
Jumat malam, sebelum tidur, Rania buka feed lagi. Ada unggahan baru dengan hashtag yang sama seperti yang dia pakai Selasa. Dia tap, membaca sampai habis, dan tidak menulis apa-apa. Cukup.
Yang perlu jujur soal komunitas ini: dia tidak menggantikan satu temannya yang dulu rutin menelepon. Feed-nya lebih lambat, lebih sepi, dan tidak bisa jadi pengganti percakapan dua arah yang sungguh-sungguh. Komentar datang dalam beberapa jam, bukan dalam hitungan detik seperti chat. Kalau Rania butuh teman bicara langsung malam itu juga, komunitas ini bukan jawabannya.
Coba Ini Hari Ini
Kalau kamu sedang tidak tahu harus menulis apa, buka jurnal dan lihat baris pertanyaan di bagian bawah kotak tulisan. Tap "Another prompt" sekali, biarkan pertanyaannya berganti, lalu ketuk pertanyaannya untuk dipakai sebagai kalimat pembuka.
Apa satu hal kecil hari ini yang bikin aku bertahan, walau cuma sebentar?
Kenapa ini membantu: pertanyaan yang sudah jadi memotong rasa bingung saat halaman masih kosong, jadi kamu tinggal menulis tanpa mikir mau mulai dari mana. Satu kalimat pun cukup, dan tidak ada yang menilai hasilnya.
Beri semangat untuk seseorang hari ini
Berbagi secara anonim, tanggapi dengan hangat, atau gabung grup kecil.
Yang bisa dicoba minggu ini
Buka Sojiwa, masuk ke Group orang tua, lalu posting satu momen biasa, bukan keluhan dan bukan pertanyaan. Misalnya: tadi pagi bayiku tersenyum pertama kali setelah bangun, dan aku duduk diam lima menit menikmatinya. Setelah itu biarkan feed-nya terbuka, jangan langsung ditutup. Unggahan kecil seperti ini sering dapat balasan dari orang yang mengalami hal serupa hari itu juga, dan itu cukup untuk membuat rumah terasa sedikit lebih ramai.


