Komunitas & Koneksi · Journaling
Cara Minta Maaf Duluan Walaupun Gengsi
Gengsi bikin minta maaf duluan terasa kayak kalah. Ini kata riset soal apa yang bikin lebih gampang, dan dua bagian permintaan maaf yang paling penting.
Ditulis oleh tim editorial Sojiwa dengan bantuan AI. Bukan saran medis.

Jawaban singkat: Minta maaf duluan terasa kayak kalah karena kita takut kelihatan lemah. Tapi orang yang melihat minta maaf sebagai tanda integritas jauh lebih gampang melakukannya. Lakukan secara pribadi dan singkat, sebut apa yang kamu lakukan tanpa kata "kalau", lalu tawarkan satu hal konkret untuk memperbaikinya.
Di artikel ini
Di serangkaian studi yang terbit di jurnal PNAS tahun 2022, orang yang paling peduli soal reputasi dan harga diri ternyata paling enggan minta maaf. Alasannya: mereka yakin minta maaf bakal bikin mereka kelihatan lemah. Tapi waktu konsep harga diri itu dibingkai ulang sebagai integritas, kemauan mereka untuk minta maaf naik sampai kira-kira setara kelompok pembanding.
Artinya, gengsi yang bikin kamu nahan diri itu bukan sifat yang permanen. Gengsi bergantung pada apa yang kamu pikir dikatakan permintaan maaf tentang dirimu.
Gengsi itu sebenarnya tebakan soal gimana kamu bakal kelihatan
Para peneliti (Lin, Caluori, Öztürk dan Gelfand) melihat minta maaf sebagai sesuatu yang bisa terasa mengancam reputasi dan posisi sosial. Peserta mereka setuju kalau bilang maaf bisa bikin mereka kelihatan lemah di depan orang lain. Kekhawatiran soal reputasi itu menjelaskan banyak dari keengganan mereka.
Ada keyakinan kedua di baliknya: toh minta maaf juga nggak bakal ngaruh, jadi mending tetap bertahan.
Dua-duanya cuma tebakan, bukan fakta. Dan tebakan bisa dicek. Kamu bisa cek sendiri dari pengalamanmu. Ingat terakhir kali ada orang yang minta maaf duluan ke kamu. Kamu jadi menganggap dia lebih rendah, atau malah lebih respek?
Ubah arti minta maaf, bukan seberapa gengsi kamu
Temuan paling berguna ada di studi terakhir. Waktu peserta diingatkan bahwa harga diri bisa berarti jadi orang yang berintegritas, yang mau mengakui salahnya sendiri, minta maaf nggak lagi terasa sebagai kekalahan. Malah terasa sebagai hal yang terhormat.
Kamu nggak perlu berhenti peduli soal gimana orang melihat kamu. Kamu cuma perlu memindahkan minta maaf dari kolom "kalah" ke kolom "menepati standarku sendiri".
Peneliti juga mencatat bahwa rasa takut kehilangan muka paling kuat kalau terjadi di depan umum. Chat pribadi atau ngobrol berdua bikin taruhannya jauh lebih kecil. Jadi jangan minta maaf di grup keluarga atau di depan teman-teman. Di tempat ramai, gengsimu ikut bicara, dan gengsi dia juga.
Dua bagian ini yang paling menentukan
Sebuah tulisan tentang permintaan maaf di Journal of General Internal Medicine menyebut empat bagian yang biasa muncul: mengakui apa yang kamu lakukan, menjelaskan kenapa itu terjadi, menunjukkan penyesalan, dan menawarkan perbaikan. Tulisan itu mengutip studi sebelumnya yang menguji keempatnya, dan hasilnya pengakuan dan perbaikan yang paling penting.
Ini kabar baik kalau masalahmu gengsi. Penjelasan panjang boleh dilewati, karena biasanya malah berubah jadi pembelaan. Yang penting kamu sebut perbuatannya dan tawarkan perbaikannya:
- "Sabtu kemarin aku ngegas soal uang, dan itu nggak adil buat kamu."
- "Minggu ini aku ganti bagianku buat makan malam itu."
Hati-hati dengan maaf bersyarat. Tulisan yang sama mencatat bahwa kalimat kayak "kalau ada yang tersinggung, maaf ya" atau "ada kesalahan yang terjadi" jarang benar-benar mengakui salah, dan bisa bikin orang lebih susah memaafkan. Kalau maafmu ada kata "kalau"-nya, kemungkinan besar itu cuma melindungi gengsimu, dan lawan bicaramu bisa merasakannya.
Ternyata juga cuma sebagian kecil permintaan maaf yang mereka pelajari punya keempat bagian itu. Kebanyakan maaf memang nggak lengkap. Jadi maaf singkat yang menyebut perbuatan dan menawarkan perbaikan sudah lebih baik dari rata-rata.
Kalau dia tetap dingin
Minta maaf duluan nggak menjamin balasan yang hangat. Dia mungkin butuh waktu, atau masih kesal. Maafmu sudah selesai begitu diucapkan, dibalas atau belum. Nggak perlu kirim chat kedua, ketiga, atau nanya "udah baca belum?". Kasih dia ruang, dan biarkan langkah berikutnya jadi giliran dia.
Tapi kalau setiap kali ribut kamu terus yang minta maaf, bahkan untuk hal yang kamu rasa bukan salahmu, itu masalah lain. Coba ceritakan ke orang yang kamu percaya.
Coba Ini Hari Ini
Sebelum kirim apa pun, tulis jawaban untuk pertanyaan ini:
Apa persisnya yang aku lakukan, dan apa satu hal yang bisa aku lakukan untuk memperbaikinya?
Dengan menulis perbuatan dan perbaikannya dalam dua kalimat sederhana, kamu dapat dua bagian yang paling penting, tanpa pembelaan yang biasanya diselipkan gengsi.
Beri semangat untuk seseorang hari ini
Berbagi secara anonim, tanggapi dengan hangat, atau gabung grup kecil.
Kamu bisa menulis ini sebagai jurnal hari ini di Sojiwa sebelum mengirim pesannya. Jurnalmu cuma ada di akunmu sendiri dan nggak pernah ditampilkan ke pengguna lain, jadi kamu bisa jujur soal sisimu sepenuhnya.


