Semua artikel
Breathing & Relaxation Anxiety & Stress

Cara Menenangkan Diri Sebelum Kerja Pakai Latihan Napas Terpandu

5 Oktober 2026 · Rani Puspita

Ditulis oleh tim editorial Sojiwa dengan bantuan AI. Bukan saran medis.

Jam 06.40, Dinda sudah berdiri di halte, masih bau sabun, tas selempang menempel di badan, dan di kepalanya sudah berputar daftar hal yang bisa salah hari ini. Dia baru sebulan masuk kerja, lulusan baru, dan tiap pagi terasa seperti hari pertama. Dari semua yang dia coba, yang paling gampang diulang cuma satu: aplikasi latihan pernapasan buat cemas, yang dia buka bahkan sebelum sempat pesan kopi.

Dinda 24 tahun, anak kos di Bekasi, kerja di kantor yang jaraknya satu jam kalau KRL nggak ngadat. Dia belum punya rutinitas pagi yang mapan. Yang dia punya cuma alarm jam lima, baju yang sudah disetrika malam sebelumnya, dan rasa takut kalau-kalau dia keliatan belum berpengalaman.

Pagi pertama dia cuma butuh lima menit

Senin pagi, Dinda duduk di bangku halte, colok earphone, buka Sojiwa, dan pilih latihan Box 4-4-4-4. Di layar ada lingkaran yang membesar dan mengecil, dan tulisan fasenya berganti sendiri: Breathe In, Hold, Breathe Out, Pause, masing-masing dengan hitungan detik. Dinda nggak perlu menghitung sendiri, dia cuma ikut.

Yang bikin dia agak kaget, ada penghitung putaran di layar. Lima putaran, dan sesi itu kelihatan selesai. Bukan berhenti karena dia bosan atau karena kereta datang, tapi karena memang sudah habis. Rasanya beda dari tarik napas panjang asal-asalan sambil nunggu angkutan.

Layar Sojiwa menampilkan latihan Box 4-4-4-4 dengan lingkaran animasi, nama fase Breathe In, Hold, Breathe Out, Pause, dan hitungan detik

Sebelum meeting, dia sembunyi ke pantry sebentar

Rabu, jam sembilan lewat, ada sesi perkenalan proyek. Dinda yang harus presentasi lima menit. Sepuluh menit sebelum mulai, dia masuk ke pantry, berdiri di dekat dispenser, dan buka latihan Energizing. Kantor lagi sepi, jadi dia matikan musik latarnya. Di tengah sesi, ada staf lain masuk ambil air, Dinda langsung tekan tombol pause, nunggu orangnya keluar, baru lanjut lagi.

Lima menit kemudian dia masuk ruangan. Tangannya masih agak dingin, tapi napasnya nggak lagi pendek-pendek.

Malamnya dia baru sadar ada fase jeda

Kamis, Dinda pulang jam setengah sembilan, badan pegal, kepala penuh. Sebelum tidur, dia pilih Relaxing 4-7-8. Di situ ada jeda antara buang napas dan tarik napas berikutnya, dan jedanya terasa lebih lama dari yang dia kira. Awalnya dia keteteran, napasnya kejar-kejaran sama hitungan di layar. Tapi putaran demi putaran dia mulai ikut ritmenya, dan di putaran terakhir dia nggak perlu mikir lagi.

Sebelum itu, di kamar, dia sempat nulis satu entri pendek di jurnal Sojiwa soal harinya yang panjang, dan pilih mood Tired. Cuma beberapa baris. Nggak ada yang dia jelasin panjang-panjang.

Ada satu hal yang nggak dia dapat dari sesi napas

Jumat, perjalanan pulang kacau, KRL penuh, dia berdiri satu jam. Sampai kos, dia buka Sojiwa dan coba Calming with a long exhale. Buang napasnya sengaja dibikin panjang, dan itu yang paling masuk buat dia hari itu: ada pola yang jelas buat diikuti, bukan sekadar menyuruh diri sendiri untuk rileks, yang biasanya nggak jalan.

Tapi Dinda juga nggak mau bohong soal ini. Latihan napasnya nggak bikin gugupnya hilang total. Pas sesi selesai, tegangnya balik lagi, apalagi kalau dia ingat ada revisi yang belum kelar. Yang berubah cuma jedanya: dia punya beberapa menit di mana badan dan pikirannya nggak lagi lari ke mana-mana.

Sabtu, dia cerita ke temennya soal latihan napas ini. Temennya mau coba, tapi pakai iPhone. Dinda baru sadar Sojiwa untuk Android dulu, belum ada versi iPhone-nya.

Coba Ini Hari Ini

Sebelum kamu buka tugas atau kerjaan yang bikin perut mulas, coba latihan Focus with equal breaths: tarik dan buang napas dengan panjang yang sama, ikuti lingkaran di layar, dan hitung sampai putaran selesai. Kalau kamu lagi nggak pegang ponsel, hitung sendiri di kepala dengan tempo yang sama.

Napas yang panjang dan seimbang mengirim sinyal ke badan bahwa kamu nggak sedang dikejar apa-apa, jadi detak jantung dan ketegangan otot ikut turun sedikit. Sama pentingnya, kamu punya satu hal konkret yang bisa dikerjakan sebelum mulai, bukan cuma berharap rasa gugupnya pergi sendiri.

Tutup harimu dengan satu sesi lagi

Dinda mengakhiri minggunya dengan buka Sojiwa sekali lagi, pilih latihan Sleep, dan nonton lingkarannya melambat sampai putaran terakhir selesai. Baru setelah itu ponselnya dimatikan. Kalau kamu mau mencoba hal yang sama, latihan napas di Sojiwa bisa langsung dipakai tanpa nulis apa-apa, dan sesinya bisa kamu jeda kapan saja kalau keadaan nggak memungkinkan.

R

Ditulis oleh

Rani Puspita · Penulis Kesejahteraan Diri

Rani menulis untuk tim editorial Sojiwa tentang perasaan sehari-hari, journaling, dan cara pelan-pelan merasa lebih ringan.

Siap mulai jurnalmu sendiri?

Beberapa menit yang jujur setiap hari, ditemani refleksi AI yang lembut. Hanya itu yang Sojiwa minta darimu.

Dapatkan aplikasi