Semua artikel
Journaling Anxiety & Stress

Setelah Bertengkar sama Pacar, Ini yang Biasanya Baru Kerasa Beberapa Hari Kemudian

2 Oktober 2026 · Dimas Prakoso

Ditulis oleh tim editorial Sojiwa dengan bantuan AI. Bukan saran medis.

Kamu baru saja bertengkar sama pacar. Chat terakhir masih menggantung, atau mungkin kalian sudah baikan tapi ada yang aneh, kayak ada sisa yang belum kelar.

Yang bikin bingung, kamu nggak tahu harus ngapain sekarang. Mau chat duluan takut salah, mau diamin takut makin jauh. Jadi kamu buka HP, tutup lagi, buka lagi.

Dua jam pertama biasanya bukan waktunya ngobrol

Ada satu pola yang sering muncul. Orang yang langsung balas chat di menit-menit pertama setelah berantem, biasanya cuma menambah bahan pertengkaran baru. Bukan karena jahat, tapi karena otaknya masih panas dan yang keluar bukan yang sebenarnya mau disampaikan.

Beberapa sumber soal komunikasi pasangan menyarankan hal yang mirip: kasih jeda dulu sebelum lanjut bicara. Bukan menghindar, tapi supaya percakapan berikutnya nggak jadi ajang balas dendam kalimat. Kamu bisa bilang singkat, misalnya "aku butuh waktu tenang dulu, nanti kita lanjut ngobrol", lalu benar-benar pergi dari HP selama beberapa jam kliniksejiwaku.com.

Yang perlu kamu tahu, jeda ini bukan buat kamu mikirin siapa yang salah. Jeda ini buat badan kamu turun dulu. Jantung yang masih kencang dan tangan yang masih gemetar itu bukan tanda kamu lemah, itu cuma sistem alarm yang belum mati.

Yang kamu rasain setelahnya sering nggak nyambung sama isi pertengkarannya

Ini yang biasanya baru kerasa di hari kedua atau ketiga. Pertengkarannya soal hal kecil, misalnya telat balas chat atau lupa jemput. Tapi yang kamu rasain setelahnya jauh lebih besar dari itu. Kamu jadi males makan, susah fokus kerja, atau tiba-tiba ngerasa insecure soal hubungan kalian secara keseluruhan.

Itu normal. Konflik sama orang yang dekat bukan cuma soal topik yang dibahas. Ada rasa takut ditinggalkan, rasa nggak didengar, atau rasa capek yang sudah numpuk dari hal lain minggu itu.

Kalau kamu sempat ngerasa berlebihan, coba cek lagi. Kadang pertengkarannya memang kecil, tapi yang kelepasan itu semua yang belum pernah kamu bilang.

Baikan cepat bukan berarti selesai

Banyak pasangan terjebak pola berantem, diam-diaman, lalu pura-pura lupa. Masalahnya nggak kelar, cuma ditunda, dan biasanya balik lagi dengan versi yang lebih besar kliniksejiwaku.com.

Tanda kamu ada di pola ini: kalian udah ngobrol lagi, udah ketawa lagi, tapi kamu masih mikirin hal yang sama pas lagi sendirian. Atau kamu jadi lebih hati-hati ngomong, bukan karena sayang, tapi karena takut ulang lagi.

Kalau ini kejadian berulang, yang perlu dibahas bukan cuma pertengkaran terakhir. Yang perlu dibahas kenapa hal yang sama bisa muncul terus.

Nggak semua hal harus dibahas malam itu juga

Ada dorongan buat menyelesaikan semuanya cepat-cepat, karena diam rasanya nggak nyaman. Padahal kadang yang dibutuhkan cuma tidur dulu.

Perhatikan contoh ini: obrolan jam sebelas malam biasanya berakhir lebih buruk daripada obrolan jam delapan pagi berikutnya. Bukan karena masalahnya berubah, tapi karena tenaga kalian sudah habis dan nggak ada yang punya kesabaran buat dengerin.

Kalau kamu masih marah banget, tulis dulu. Bukan buat dikirim ke pacar, tapi buat kamu sendiri. Sering kali setelah ditulis, kamu baru sadar bagian mana yang benar-benar bikin sakit dan bagian mana yang cuma efek capek.

Coba Ini Hari Ini

Kalau aku jujur, hal yang paling bikin aku sakit dari pertengkaran ini bukan soal kejadiannya, tapi soal apa yang aku takutkan setelahnya.

Tulis lanjutannya tanpa sensor, minimal lima baris. Ini bekerja karena otak yang sedang kebanjiran emosi nggak bisa langsung turun, tapi menulis memaksa pikiran masuk ke kalimat yang utuh. Setelah keluar di kertas atau layar, biasanya kamu bisa lihat mana yang benar-benar soal hubungan dan mana yang soal hari kamu yang berat.

Simpan ini biar nggak ilang begitu aja

Kalau kamu mau lihat polanya, bukan cuma hari ini, buka Sojiwa dan tulis entri baru dengan prompt di atas, lalu pilih mood yang paling dekat. Lakukan lagi minggu depan, dan setelah kamu punya entri di minimal tiga hari berbeda, tap "Analyse journals" supaya kamu dapat gambaran apa yang sebenarnya berulang tiap kali kalian berantem, bukan cuma yang paling berisik di kepalamu.

Kalau badanmu masih tegang dan dada masih sesak, latihan napas "Relaxing 4-7-8" di Sojiwa bisa jadi cara paling cepat buat meredakan alarm yang masih nyala. Beberapa menit, nggak perlu mikir apa-apa.

D

Ditulis oleh

Dimas Prakoso · Penulis Kerja & Keuangan

Dimas menulis untuk tim editorial Sojiwa tentang stres kerja, tekanan uang, dan cara bertahan di kota tanpa kehilangan diri sendiri.

Siap mulai jurnalmu sendiri?

Beberapa menit yang jujur setiap hari, ditemani refleksi AI yang lembut. Hanya itu yang Sojiwa minta darimu.

Dapatkan aplikasi